Team Dynamics dalam Project Development

This article was created for the purpose of individual review assignment of PPL 2021

source: https://accurate.id/wp-content/uploads/2021/01/accurate.id-Teamwork-Adalah-Pengertian-Manfaat-dan-tips-Membangun-Teamwork-dalam-Perusahaan.png

Dalam melakukan project development, biasanya hampir selalu dikerjakan oleh suatu tim, melainkan seorang individual. Untuk dapat menyelesaikan projek dengan baik dan cepat, diperlukan koordinasi yang tinggi antar satu anggota dengan yang lain karena biasanya hal yang dikerjakan memiliki keterhubungan yang erat. Karena hal tersebut, kemampuan kerja sama merupakan hal yang sangat penting dalam project development. Pada artikel ini saya akan membahas tentang aspek penting dalam suatu tim, yaitu team dynamics.

Definisi dari Team Dynamics

Team Dynamics merupakan suatu konsep yang mendeskripsikan hubungan perilaku antar anggota tim. Perilaku tersebut meliputi bagaimana mereka berkomunikasi, berinteraksi, dan bekerja sama antar satu sama lain. Kemampuan tim dalam melakukan hal tersebut akan sangat mempengaruhi apa yang mereka bisa kerjakan dan seberapa sukses tim tersebut mencapai tujuan.

Membangun Team Dynamics yang baik

Ada beberapa tanda-tanda/karakteristik yang dapat diterapkan untuk membangun team dynamics yang baik, diantaranya:

1. Memiliki tujuan bersama

Perbedaan antara sebuah tim dan grup adalah, meskipun keduanya adalah sekumpulan orang/individual, sebuah tim memiliki suatu tujuan yang sama. Tujuan yang jelas merupakan hal yang penting ketika sekelompok orang ingin bekerja sama. Ketika tim mendapatkan masalah dalam menentukan keputusan, saatnya dicari tahu apakah anggota tim memiliki pemikiran yang sama. Pada tim project yang saya kerjakan, semua anggota memiliki tujuan yang sama, yaitu menyelesaikan tugas dengan baik dan mendapatkan nilai yang bagus, sehingga kita bisa bekerja sama dengan lancar.

2. Kepercayaan dan keterbukaan antar anggota tim

Bertukar informasi antar satu anggota dengan yang lain merupakan hal yang penting ketika mengerjakan suatu hal bersama. Agar pertukaran tersebut lancar, anggota harus merasa aman untuk membagikan informasi tanpa harus takut dengan rasa malu ataupun mendapat hukuman. Kepercayaan yang tinggi dapat membuka komunikasi yang dapat membawa ide dan kreatifitas lebih. Selain itu, anggota tim juga harus percaya bahwa anggota dapat menyelesaikan tugas masing-masing dengan baik. Dalam tim project saya, kami memiliki kepercayaan dan keterbukaan yang tinggi antar satu anggota dengan yang lain, karena kami membentuk tim dengan semua anggota sudah saling kenal dan merupakan teman baik antar satu dengan yang lain.

3. Kemauan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan

Akuntabilitas merupakan hal yang penting dalam mengerjakan suatu hal, dan salah satu aspek penting dari akuntabilitas tersebut adalah kemauan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan. Hasil akhir merupakan hal yang penting dalam mengerjakan suatu projek, sehingga sebuah tim harus menetapkan proses yang sesuai untuk pengukuran dan evaluasi hasil. Ketika hasil tidak sesuai dengan yang diinginkan, harus ada kemauan untuk mengganti arah dan memperbaikinya. Ketika hasil dari project yang kami kerjakan kurang sesuai ekspektasi, kami berusaha untuk memperbaiki dan memperbagus hal yang kurang sebelum mengerjakan hal yang lain.

4. Diversitas dan inklusi tim

Untuk mendapatkan ide yang inovatif dan kreatif, biasanya tim harus memanfaatkan pemikiran dan ide yang berbeda dari setiap anggota tim. Diversitas dalam tim harus didorong agar tim dapat mendapatkan ide yang paling baik, bukan ide yang paling mudah. Selain itu, setiap opini anggota juga harus dipertimbangkan karena ide yang bagus tidak hanya keluar dari satu orang saja. Ketika tim kami membutuhkan ide untuk menyelesaikan suatu masalah, kami berdiskusi dan bekerja sama, saling memberi ide masing-masing untuk mencari solusi dalam menyelesaikan masalah.

5. Ketergantungan anggota dan rasa kepemilikan tim

Setiap anggota tim harus mengetahui arti dan responsibilitas mereka dalam sebuah tim. Ketika sebuah tim baru dibentuk, hal tersebut harus ditetapkan dari awal dengan jelas. Ketika setiap anggota mempunyai rasa kepemilikan untuk pekerjaan anggota lain sebanyak untuk pekerjaannya sendiri, maka produktivitas dari sebuah tim akan meningkat. Hal ini karena setiap anggota dapat saling membantu dan bertukar ide antar satu sama lain. Ketika tim fokus untuk memenuhi tujuan, anggota dapar bekerja sama tanpa mengukur apa yang mereka berikan dan dapatkan balik. Pada tim kami, kami memiliki tugas yang jelas dengan 3 anggota mengerjakan backend dan 2 anggota mengerjakan frontend dengan tanggung jawab fitur masing-masing. Anggota tim saling membantu ketika ada masalah masing-masing yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya seorang anggota tersebut. Karena jika hasil yang dihasilkan ada yang kurang, menjadi pertanggung jawaban seluruh anggota tim.

6. Pengambilan keputusan yang disetujui semua angota

Melibatkan lebih banyak orang dalam mengambil keputusan penting karena bisa menggunakan kreativitas dari banyak pemikiran. Beberapa orang dengan personalitas yang kuat bisa mendominasi diskusi tersebut. Maka dari itu, harus dipastikan bahwa keputusan tidak diambil karena hal yang memaksa, seperti peer pressure. Tentunya pasti ada saatnya dimana anggota harus berkompromi ketika ide lain yang terpilih, namun harus dipastikan tidak ada anggota yang merasa terpaksa dalam menyetujui keputusan. Dalam mengambil keputusan, tim kami selalu memastikan bahwa semua anggota setuju dengan keputusan, dan tidak ada anggota yang terpaksa dengan keputusan tersebut.

7. Kepemimpinan yang partisipatif dalam tim

Kepemimpinan yang partisipatif adalah gaya kepemimpinan dimana setiap anggota tim bekerja sama untuk mengambil keputusan. Jika sebuah pemimpin memberikan supervisi yang berlebihan, maka dapat menghambat kreativitas, dan mengurangi kepercayaan diri dan rasa percaya antar anggota. Pemimpin yang partisipatif akan memberikan anggota space untuk bekerja secara mandiri, dan hanya memberikan bimbingan, resource dan informasi melainkan mengontrol grup dengan paksa. Dalam tim kami tidak ada anggota tim yang berperan sebagai pemimpin, namun kami tetap saling membantu dan membagikan informasi antar satu anggota dengan yang lain.

Team Slogan dalam tim

Team slogan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan team dynamics. Team slogan dapat mendorong semangat anggota tim untuk bekerja sama demi mencapai tujuan tim tersebut. Dengan mempunyai team slogan, anggota tim semakin sadar bahwa untuk mencapai tujuan mereka harus saling bekerja sama dengan anggota lainnya. Mempunyai semangat dalam tim dapat membuat perbedaan yang jelas dengan tim menang dan tim kalah, dan team slogan dapat meningkatkan semangat sebagai motivasi dari tim tersebut. Untuk tim kami, kami tidak mempunyai slogan tim, sehingga mungkin motivasi yang kami miliki untuk mencapai tujuan masih kurang.

Team Capacity Building

Setiap anggota mempunyai kapasitas masing-masing yang biasanya berbeda antar satu sama lain. Misalkan anggota 1 memiliki skillset A, maka anggota 2 memiliki skillset B. Pada tim kami, role yang dibagi diusahakan untuk sesuai mungkin dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing anggota. Misalkan saya dengan anggota tim saya yaitu AG lebih bisa mengerjakan hal yang berhubungan dengan backend sehingga kami memiliki role sebagai backend developer. Untuk anggota lain yaitu DA dan RE, mereka lebih familiar dalam hal visual seperti mendesain untuk html dari aplikasi, sehingga mereka memiliki role sebagai frontend developer. Lalu untuk anggota terakhir yaitu AB, memiliki kemampuan dalam hal testing dan menilai kualitas dari suatu produk, sehingga dia mendapatkan peran sebagai quality assurance sekaligus backend developer dari aplikasi.

Dalam mengerjakan projek ini, kapasitas masing-masing anggota dibangun dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Biasanya dalam membangun kapasitas memerlukan waktu. Semakin banyak fitur yang kami kerjakan, semakin baik kemampuan kami dalam menyelesaikan tugas masing-masing. Jika ada hal yang saya tidak ketahui, saya harus belajar baik seperti mencari solusi melalui internet. Ketika saya menemukan masalah yang sama/mirip selanjutnya, saya jadi tahu solusi untuk menyelesaikannya, sehingga kemampuan saya dalam hal tersebut meningkat. Demikian juga dengan anggota lain dengan kemampuannya masing-masing, sehingga team capacity yang dimiliki tim kami pun meningkat.

Servant Leader

Aspek penting lain yang dapat meningkatkan team dynamics adalah servant leader. Term tersebut diciptakan oleh Robert K. Greenleaf yaitu “The Servant as a Leader”. Sebagai servant leader, kamu adalah seseorang servant terlebih dahulu sebelum leader. Kebutuhan anggota lain harus diutamakan terlebih dahulu sebelum kepentingan diri sendiri. Perspektif anggota lain harus diakui, dan kamu harus memberikan bantuan yang cukup agar mereka dapat menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan. Konsep-konsep tersebut mengarah ke keterikan dan kepercayaan yang lebih tinggi, maupun hubungan yang meningkat dengan anggota tim dan stakeholder lain. Ada 10 karakteristik penting agar seseorang bisa menjadi servant leader, diantaranya:

  1. Listening: servant leader dapat melayani orang-orang dengan lebih baik dengan mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan mengerti apa yang mereka katakan. Ketika mendengarkan seseorang, harus berikan perhatian penuh, memerhatikan gestur mereka, tidak mengganggu ketika mereka berbicara, dan memberikan masukan balik.
  2. Empathy: servant leader berusaha untuk mendengarkan tujuan dan perspektif orang lain. Dengan menyampingkan pandangan yang dimiliki dan menghargai perspektif orang lain, seseorang bisa menjadi lebih berempati.
  3. Healing: servant leader membantu orang lain baik secara fisik maupun mental. Kita harus memastikan bahwa seseorang memiliki pengetahuan, kemampuan, dan resource yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.
  4. Self-Awareness: servant leader memiliki kemampuan untuk melihat diri sendiri,memikirkan tentang perilaku dan emosi, dan mempertimbangkan bagaimana mereka mempengaruhi orang sekitar. Kita bisa menjadi lebih self-aware dengan cara mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, dan meminta masukkan dari orang lain. Selain itu kita juga bisa belajar mengatur emosi sehingga kita bisa menjaga perilaku didepan orang lain.
  5. Persuasion: servant leader tidak menggunakan autoritas, melainkan menggunakan persuasi untuk mendorong orang untuk mengambil tindakan. Mereka juga berusaha membangun persetujuan mutual dalam grup, sehingga tidak ada yang keberatan dalam mendukung keputusan.
  6. Conceptualization: servant leader memiliki kemampuan untuk bermimpi mimpi yang besar, sehingga mereka mampu untuk melihat gambaran lebih besar daripada realitas.
  7. Foresight: servant leader memiliki kemampuan untuk memprediksi apa yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang dengan belajar dari pengalaman, mengidentifikasi apa yang sedang terjadi, dan memahami konsekuensi dari aksi yang dilakukan.
  8. Stewardship: servant leader berusaha untuk bertanggung jawab atas aksi dan performa dari tim, dan juga atas role yang dimiliki oleh anggota. Kita harus mengambil waktu untuk memikirkan value yang kita miliki dan yang dimiliki tim, sehingga kita tahu apa yang kita perjuangkan dan tidak perjuangkan.
  9. Commitment to the Growth of People: servant leader berkomitmen terhadap perkembangan personal maupun profesional dari semua anggota tim. Untuk mengembangkan anggota tim, kita harus memahami kebutuhan perkembangan yang mereka miliki, dan berikan mereka kemampuan yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
  10. Building Community: servant leader berusaha membangun rasa kebersamaan di dalam tim. Kita bisa melakukan hal ini dengan cara menyediakan kesempatan untuk anggota tim berinteraksi antar sama lain, seperti dengan makan bersama. Selain itu kita harus mendorong orang agar mengambil tanggung jawab atas pekerjaan yang dimiliki, dan mengingatkan mereka apa yang mereka lakukan berkontribusi terhadap kesuksesan dan tujuan tim.

Sekian artikel yang saya buat mengenai Team Dynamics dalam Project Development, terima kasih.

--

--

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store